MAKALAH
MEDIA
PEMBELAJARAN MATEMATIKA
E-LEARNING
Oleh
kelompok
1
:
Ahmad
Muhyidin (21401072024)
Eni
Fitriyani (21401072005)
Ulyfatul
Laila (21401072028)
Mar’ah
Rohmatul U (21401072016)
Yulinda
Putri P (21401072001)
Sella
Yolanda
A (21401072019)
Deviana
Novita S
(21401072017)
UNIVERSITAS
ISLAM MALANG
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM
STUDI MATEMATIKA
2A
TAHUN
AKADEMIK 2014-2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat dan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah media pembelajaran
matematika ini tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat berdasarkan
hasil diskusi kelompok kami mengenai materi e-learning.
Adapun tujuan dari
tugas berikut ini adalah sebagai wawasan, gambaran, serta kreatifitas
dan inovasi mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah media pembeljaran
matematika , sebagai dasar pengembangan, pelaksanaan ilmu yang telah
didapat. Atas terselenggaranya makalah ini, penulis tidak lupa
mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat bapak Abdul Halim
Fathani, M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah media pembelajaran
matematika.
Penulis menyadari
bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kekurangan baik
dalam bentuk tulisan, isi, informasi, maupun dalam bentuk
penyajiannya. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik
serta saran dari rekan-rekan guna mendukung agar makalah yang kami
susun akan jauh lebih baik lagi dilain waktu.
Malang,18
Maret
2015
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL...............................................................................................i
KATA
PENGANTAR............................................................................................ii
DAFTAR
ISI.........................................................................................................iii
BAB
I PENDAHULUAN
- Latar Belakang..........................................................................................1
- Rumusan Masalah.................................................................................... 2
- Tujuan Penulisan Laporan.......................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
- Pengertian E-Learning..............................................................................3
- Karakteristik E-Learning...........................................................................4
- Manfaat E-Learning..................................................................................4
- Pemilihan Bahan E-Learning....................................................................5
- Strategi Pelaksanaan E-Learning..............................................................6
- Kelebihan dan Kekurangan E-Learning....................................................8
BAB
III PENUTUP
- Kesimpulan................................................................................................10
- Saran .........................................................................................................10
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................iv
BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
Masalah
pendidikan merupakan masalah yang selalu menjadi pusat pembicaraan
ketika suatu masalah dihadapkan kepada bagaimana membentuk dan
membina para generasi. Banyak pakar mengemukakan tentang teori
pendidikan, teori tersebut selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan
hidup manusia dan tuntutan zaman, walaupun secara mendasar teori
tersebut selalu bermuara pada sisi yang sama yaitu transformasi ilmu
pengetahuan.
Proses
transformasi ilmu pengetahuan dalam prakteknya dibentuk dalam proses
pembelajaran yang merupakan sebuah kesengajaan dari suatu interaksi
sosial, dimana dalam suatu interaksi edukatif ini haruslah
memperhatikan beberapa aspek tujuan pendidikan dan pengajaran.
Sehingga interaksi yang terjadi mengandung makna adanya kegiatan
interaktif dan hubungan timbal balik antara pengajar yang
melaksanakan tugasnya dengan peserta didik yang sedang melaksanakan
kegiatan belajar. Harapan dari interaksi tersebut adalah pihak
pengajar mampu memberikan dan mengembangkan motivasi kepada peserta
didik agar dapat melakukan kegiatan belajar secara optimal.
Seorang
guru yang melakukan tugas mengajar, pada prinsipnya adalah membimbing
siswa dalam proses belajar. Pada pengertian ini, guru merupakan
organisator kegiatan belajar siswa dan memanfaatkan lingkungan baik
di dalam kelas maupun di luar kelas yang dapat digunakan sebagai
penunjang kegiatan pembelajaran. Tuntutan pencapaian kompetensi bagi
peserta didik dalam proses belajar mengajar merupakan amanah
kurikulum yang harus dipenuhi oleh para guru. Oleh karena itu
berbagai cara akan dilakukan dalam rangka memperbaiki proses
pembelajaran yang akan meningkatkan kompetensi bagi peserta didik.
Tuntutan
akan kualitas sumberdaya manusia yang mampu bersaing di dunia global,
selalu menghendaki adanya perubahan-perubahan yang menuju kearah
perbaikan kualitas dan kemampuan daya saing. Salah satu hal yang
sedang dan akan terus dilakukan oleh pelaksana pendidikan adalah
upaya-upaya pencapaian kompetensi bagi peserta didik melalui beberapa
metode dan strategi pencapaian kompetensi melalui proses dan media
pembelajaran yang efektif.
Dalam
menghadapi perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dan
komunikasi yang semakin pesat, maka pembelajar perlu dipersiapkan
agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek
kehidupan. Pembelajar diberi kesempatan untuk belajar mengembangkan
ketrampilan teknologi informasi dan komunikasi yang bermanfaat pada
proses belajar dan dalam kehidupan sehari-hari serta dapat digunakan
untuk mempersiapkan diri menghadapi masa yang akan datang. Dengan
demikian program pembelajaran di lembaga pendidikan perlu adanya
penggunaan media pembelajaran yang qualified
dan
didukung oleh adanya infrastruktur teknologi informasi yang
diperkirakan ikut mendorong pencapaian kompetensi peserta didik dan
mempercepat dalam menyelesaikan tugas. Salah satunya adalah dengan
menggunakan E-learning
dalam
proses pembelajaran.
- Rumusan Masalah
Adapun
beberapa rumusan masalah yang kami angkat adalah sebagai berikut :
- Apa pengertian E-Learning?
- Karakteristik E-Learning?
- Manfaat E-Learning?
- Bagaimana pemilihan bahan E-Learning?
- Bagaimana strategi pelaksanaan E-Learning?
1.3
Tujuan
Adapun tujuan dapi
penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
- Mengetahui pengertian, karakteristik dan manfaat dari E-Learning.
- Mengetahui pemilihan bahan E-Learning.
- Mengetahui strategi pelaksanaan E-Learning
BAB
II
PEMBAHASAN
- Pengertian E-Learning
Pembelajaran
elektronik atau E-learning
telah dimulai pada tahun 1970-an (Waller and Wilson, 2001). Berbagai
istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat/gagasan tentang
pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on-line
learning, internet-enabled learning, virtual learning, atau
web-based learning.
Pendapat
para pakar lain yang mendefinisikan E-learning
antara lain :
- Jaya Kumar C. Koran, E-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.
- Dong, E-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
- Rosenberg, menekankan bahwa E-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Dari
beberapa pendapat yang mengkomentari tentang E-learning
maka dapat disimpulkan bahwa E-learning
merupakan
suatu konsep belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan
ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media
jaringan komputer lain serta peralatan elektronik lainnya yang dapat
menunjang proses pembelajaran. Namun dari kebanyakan pendapat
E-learning
selalu
diidentikkan dengan penggunaan internet sehingga memuingkinkan
terjadinya pembelajaran jarak jauh dan tidak terbatas oleh tempat dan
waktu. Dan kaitannya dengan hal tersebut dapat diartikan bahwa
E-learning
merupakan sebuah strategi baru dalam pembelajaran yang disesuaikan
dengan perkembangan era digital informasi.
- Karakteristik E-Learning
Menurut
Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang
membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan
kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.
Karakteristik
E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
- Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
- Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
- Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh dosen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
- Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
- Manfaat E-Learning
Manfaat
E-learning adalah:
- Fleksibel
E-learning
memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses
perjalanan.
- Belajar Mandiri
E-learning
memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali
atas keberhasilan belajar.
- Efisiensi Biaya
E-learning
memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi
penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi
biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.
Manfaat
E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
- Menunjang pelaksanaan proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
- Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
- Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
- Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
- Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
- Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.
- Pemilihan Bahan E-Learning
Kriteria
yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan untuk e-learning adalah
sebagai berikut :
- Berbasis komputer.
- Memperhatikan kaidah media pembelajaran yaitu :
- Pengetahuan : 11% pendengaran dan 83% penglihatan.
- Kemampuan daya ingat : 20% pendengaran dan 50% penglihatan
- Menarik dan berkesan
- Efisiensi biaya.
Peralatan
yang digunakan dalam pembelajaran e-learning antara lain:
- Komputer
- Koneksi internet
- Video player
- Audio player
Adapun
aplikasi yang digunakan dalam e-learning adalah moodle. Moodle adalah
sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat merubah sebuah
media pembelajarn ke dalam bentuk web. Pada moodle banyak jenis
(format) bahan ajar/ materi yang bisa digunakan, diantaranya:
- File (pdf, doc, pptx, dsb)
- Folder
- IMS content package (zip)
- Label
- URL
- Strategi Pelaksanaan E-Learning
Strategi penggunaan
e-learning untuk menunjang pelaksanaan proses belajar, diharapkan
dapat meningkatkan daya serap dari mahasiswa atas materi yang
diajarkan; meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa;
meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa; meningkatkan
kualitas materi pendidikan dan pelatihan, meningkatkan kemampuan
menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dengan
perangkat biasa sulit untuk dilakukan; memperluas daya jangkau proses
belajar-mengajar dengan menggunakan jaringan komputer, tidak terbatas
pada ruang dan waktu. Untuk mencapai hal-hal tersebut di atas, dalam
pengembangan suatu aplikasi e-learning perlu diperhatikan bahwa
materi yang ditampilkan harus menunjang penyampaian informasi yang
benar, tidak hanya mengutamakan sisi keindahan saja; memperhatikan
dengan seksama teknik belajar-mengajar yang digunakan; memperhatikan
teknik evaluasi kemajuan mahasiswa dan penyimpanan data kemajuan
mahasiswa.
Materi dari
pendidikan dan pelatihan dapat diambil dari sumber-sumber yang valid
dan dengan teknologi e-learning, materi bahkan dapat diproduksi
berdasarkan sumber dari tenaga-tenaga ahli (experts). Misalnya,
tampilan video digital yang menampilkan seorang ahli mekanik
menunjukkan bagaimana caranya memperbaiki suatu bagian dari mesin
mobil. Dengan animasi 3 dimensi dapat ditunjukkan bagaimana cara
kerja dari mesin otomotif dua langkah.
Menurut Koswara
(2006) ada beberapa strategi pengajaran yang dapat diterapkan dengan
menggunakan teknologi e-learning adalah sebagai berikut :
- Learning by doing
Simulasi
belajar dengan melakukan apa yang hendak dipelajari; contohnya adalah
simulator penerbangan (flight simulator), dimana seorang calon
penerbang dapat dilatih untuk melakukan penerbangan suatu pesawat
tertentu seperti ia berlatih dengan pesawat yang sesungguhnya
- Incidental learning.
Mempelajari
sesuatu secara tidak langsung. Tidak semua hal menarik untuk
dipelajari, oleh karena itu dengan strategi ini seorang mahasiswa
dapat mempelajari sesuatu melalui hal lain yang lebih menarik, dan
diharapkan informasi yang sebenarnya dapat diserap secara tidak
langsung. Misalnya mempelajari geografi dengan cara melakukan
“perjalanan maya” ke daerah-daerah wisata.
- Learning by reflection.
Mempelajari
sesuatu dengan mengembangkan ide/gagasan tentang subyek yang hendak
dipelajari. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan suatu ide/gagasan
dengan cara memberikan informasi awal dan aplikasi akan
“mendengarkan” dan memproses masukan ide/gagasan dari mahasiswa
untuk kemudian diberikan informasi lanjutan berdasarkan masukan dari
mahasiswa.
- Case-based learning.
Mempelajari
sesuatu berdasarkan kasus-kasus yang telah terjadi mengenai subyek
yang hendak dipelajari. Strategi ini tergantung kepada nara sumber
ahli dan kasus-kasus yang dapat dikumpulkan tentang materi yang
hendak dipelajari. Mahasiswa dapat mempelajari suatu materi dengan
cara menyerap informasi dari nara sumber ahli tentang kasus-kasus
yang telah terjadi atas materi tersebut.
- Learning by exploring.
Mempelajari
sesuatu dengan cara melakukan eksplorasi terhadap subyek yang hendak
dipelajari. Mahasiswa didorong untuk memahami suatu materi dengan
cara melakukan eksplorasi mandiri atas materi tersebut. Aplikasi
harus menyediakan informasi yang cukup untuk mengakomodasi eksplorasi
dari mahasiswa. Mempelajari sesuatu dengan cara menetapkan suatu
sasaran yang hendak dicapai (goal-directed learning). Mahasiswa
diposisikan dalam sebagai seseorang yang harus mencapai
tujuan/sasaran dan aplikasi menyediakan fasilitas yang diperlukan
dalam melakukan hal tersebut. Mahasiswa kemudian menyusun strategi
mandiri untuk mencapai tujuan tersebut.
- Kelebihan dan Kekurangan E-Learning
- Kelebihan :
- Pembelajar dapat belajar kapan dan dimana saja mereka punya akses internet.
- Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
- Pembelajar dapat memilih materi pembelajaran sesuai dengan level pengetahuannya.
- Fleksibilitas untuk bergabung dalam forum diskusi setiap saat, atau menjumpai teman sekelas dan pengajar secara remote melalui ruang chatting.
- Mampu memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam aktivitas.
- Pengembangan keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain pembelajar.
- Keberhasilan menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan online mampu membangun kemampuan belajar mandiri dan kepercayaan diri pembelajar serta mendorong pembelajar untuk lebih bertanggung jawab dalam studinya.
- Mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
- Mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.
- Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang.
- Kehadiran guru tidak mutlak diperlukan.
- Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
- Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.
- Kekurangan :
- Pembelajar yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
- Pembelajar dapat merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial.
- Pengajar tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
- Koneksi internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi.
- Beberapa subjek/mata kuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk e-learning.
- Pembelajar harus menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi e-learning sehingga dapat mengganggu beban belajarnya.
- Pembelajar yang tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal.
- Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-learning.
- Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
- Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
- Bagi siswa yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
- Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
- Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri sehingga memperlambat terbentuknya nilai dalam proses belajar dan mengajar.
- Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan internet.
- Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
- Proses belajar mengajar cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.
BAB
III
PENUTUP
- Kesimpulan
E-learning
merupakan
suatu konsep belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan
ajar ke siswa dengan menggunakan media internet
atau peralatan
elektronik lainnya yang dapat menunjang proses pembelajaran.
- Saran
Penulis
mengharapkan makalah dengan tema‘E-LEARNING‘ tidak
hanya menjadi suatu teori saja, namun dapat di praktekkan di dalam
proses belajar mengajar sebagai suatu pemahaman bahwa dalam
persaingan yang ketat di era globalisasi seperti saat ini sangat
dibutuhkan suatu konsep keterampilan guna mendukung proses
pembelajaran.
DAFTAR
PUSTAKA
“Pengembangan
E-Learning”. 15 Maret
2015.www.elearningtp2010/pengembangan-e-learning/konsep-sej
“Jenis-jenis
E-learning”. 15 Maret
2015.www.academia.edu/4501610/jenis_jenis_elearning

Tidak ada komentar:
Posting Komentar